November 27, 2021
Kreasi

Warna-Warni Seni Tradisi di Denpasar Maprawerti

Meski pentas dalam waktu terbatas, dan harus menerapkan protocol kesehatan khususnya menjaga jarak, namun para seniman tradisi ini tetap tampil kreatif. Pakem seni, baik dalam seni tari, tabuh ataupun seni pewayangan yang disajikan masih membingkai dari setiap penampilannya itu. Kreasi dan inovasi juga mewarnai dalam setiap penyajiannya, walau ada jarak dengan penonton. Banyolan diolah dengan lihai, sehingga mampu mengundang tawa para penikmat seni.

Itulah ajang Denpasar Maprawerti yang menampilkan ratusan penggiat seni secara virtual yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan dikomandani Dinas Pariwisata. Ajang seni tradisi Bali ini menghadirkan ratusan seniman, mulai dari kalangan seniman anak-anak, remaja hingga dewasa. Tidak terkecuali seniman wanita yang memang lihai dalam membawakan seni warisan leluhur itu. Sebelumnya, ajang seni serangkaian Denpasar Festival (Denfest) itu, mewadahi para artis dan sanggar seni, komunitas serta kelompok seni modern dan kontemporer melalui ajang Denpasar Young Creative yang juga tak kalah menarik.

Seni Tradisi Warnai Denpasar Maprawerti

Para seniman dan penggiat seni tradisi itu diberikan ruang berkreasi melalui pentas seni secara virtual melibatkan ratusan seniman. Mereka yang tampil, mendapatkan ruang kreatif untuk berekspresi dalam menyajikan kekaryaannya. Semua karya dari masing-masing seniman, telah melakukan taping maupun live streaming secara estafet berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Semua karya para seniman kreatif itu akan ditayangkan melalui channel Youtube Kota Denpasar yaitu linknya kreativi.id sepanjang akhir tahun mulai November 2020.

Seni Tradisi Warnai Denpasar Maprawerti

Denpasar Maprawerti dan Denpasar Young Creative merupakan ajang berkesenian sebagai bentuk kepedulian Pemkot Denpasar terhadap para seniman dan artis yang terdampak pandemi Covid-19. “Denpasar Maprawerti menyertakan seniman dari berbagai kalangan yang diwadahi oleh komunitas seni, sanggar, sekaa, dan kelompok seni yang beralamat di Kota Denpasar,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Dezire Mulyani didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Wayan Hendaryana, belum lama ini.

Kegiatan seni ini merupakan kepedulian Pemkot Denpasar dalam hal ini Walikota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra dan Wakil Walikota, IGN Jaya Negara terhadap para seniman yang paling terdampak pada masa pandemi Covid-19 ini. Sejak Pulau Dewata dilanda wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), para penggiat seni ini tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung. Begitu pula ngayah di pura,  mebraya sesama warga dan pentas menghibur masyarakat, festival, pariwisata, dan event seni lainnya yang memang sangat terbatas.

Pada masa pandemi ini, masyarakat tidak dibolehkan berkumpul dan harus menerapkan sosial dan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Situasi ini, membuat para pelaku seni tidak bisa melakukan profesinya, sehingga berdampak pada tidak adanya pemasukan ekonomi. “Karena itu, Pemkot Denpasar memberikan satu stimulus kreatif baik itu seni tadisi maupun modern,” jelas Dezire.

Para penggiat seni itu melakukan taping di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), sehingga juga sebagai ajang untuk memperkenalkan gedung tersebut bagi para seniman. Kelompok atau sanggar seni tradisional ini yang dilibatkan dan telah tuntas mengikuti taping dan siap ditayangkan di channel YouTube. “Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah kota Denpasar, badan kreatif Denpasar (BKRAF) dan para seniman dan musisi se-kota denpasar. Program ini dirancang untuk mewadahi para seniman dan musisi agar terus berkreatifitas dan menghibur di tengah kondisi yang terbatas ini,” kata Kabid Sumber Daya Dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar I Wayan Hendaryana.

Seni Tradisi Warnai Denpasar Maprawerti

Sekaa atau grup kesenian tradisional yang tampil yaitu; Sanggar Siwer Nadi Swara, Sanggar Wira Yohana Prasetya (WYP), Komunitas Sempol, Sanggar Manikasanthi, Wahana Gurnita, Sanggar Ganda Kusuma, Komunitas Suarshima, Sanggar Sundaram, Sekaa Genta Sakti Budaya, Sekaa Gandrung Eka Budaya, Sanggar Sekar Rahayu, Janger PNB Art Community (Pesraman Ngewangun Budaya), Sekaa Gambuh Kertha Jaya Pedungan, Arja Arsa Winangun, Praba Budaya, STI, dan Komunitas Semeton Barong, Sanggar Kusima Patra, Dalang Made Kembar, Dalang Made Raka Tegal, Sekaa Topeng Gede Tomat, Sanggar Waringin Sudamala, Sekaa Topeng Made Apel, Sekaa Topeng Cita Winangun, Bondres Ayu Maenah dan Bondres Gingsul. [B/*]

Related Posts