8 Tahun Komunitas Manubada Masih Berkarya dan Berkegiatan Sosial

 8 Tahun Komunitas Manubada Masih Berkarya dan Berkegiatan Sosial

Bagi seniman atau pecinta seni, pasti pernah mendengar Komunitas Manubada. Kelompok seni yang bergerak dibidang seni tari dan bersekretariat di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar itu sangat kreatif. Dalam berkarya, kelompok seni itu tak mesti menunggu event. Justru event itu sering lahir, setelah menterjemahkan unek-unek ke dalam sebuah karya seni. Maka jangan heran, anak-anak muda pendukung komunitas itu, tak hanya melahirkan karya-karya ciptaan baru sebagai pelestarian dan pengembangan seni, tetapi juga telah berhasil mempublish dan mempertunjukan karya-karya itu di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Krestivitas seni itu, juga digiatkan pada setiap perayaan hari jadi Komunitas Manubada itu, khususnya tahun ganjil saja. Pada saat itu, komunitas yang selalu haus kreativitas seni itu membuat perayaan kecil-kecilan. Walau bentuknya sederhana, tetapi spirit dari perayaan itu dapat membangkitkan semua anggota untuk menjawab kegelisahannya, melalui pembuatan karya seni baru. “Pada, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Komunitas Manubada tahun ini, kami belum sempat melaksanakan perayaan hari jadi. Perayaan tahun ini hampir kosong acara. Semoga, kami bisa melahirkan karya, walau moment itu sedikit lewat,” kata Ketua Komonitas Manubada, I Komang Adi Pranata S.Pd, M.Sn, Jumat 19 Agustus 2022.

Komunitas Manubada lahir dari ide yang sangat mulai, yakni melestarikan kesenian klasik dan tradisional, serta mengembang untuk menjadikan sesuatu yang baru. Komunitas seni ini bergerak dibidang seni pertunjukan (tari), didirikan pada tanggal 6 Agustus 2014 oleh I Komang Adi Pranata bersama teman-temannya, yakni I Gede Krisna Pratama, I Gede Suta Bayu Bagas Karayana, I Wayan Adi Candra Negara dan I Gst Made Ngurah Dwi Anggara Kusuma bertempay di Kampus ISI Denpasar, tempat mereka menuntut ilmu seni.

Komunitas Manubada

Pria kelahiran Singapadu , 14 Oktober 1994 ini menjelaskan, Manubada itu berarti kuat dan kokoh yang menjadikan spirit untuk tetap berkarya dalam merefleksikan keseimbangan kesenian tradisi dan kontemporer melalui media seni pertunjukan. “Kami membentuk komunitas ini karena kecintaan terhadap seni dan budaya Bali, khususnya seni tari, serta antusias para generasi muda dalam mempelajari dan mengembangkan seni tari. Hal itu mendorong kami untuk mermbuat suatu wadah yang dapat dijadikan tempat untuk menuangkan ekspresi para generasi muda dalam berkesenian, tak hanya tari tradisional, namun juga tari kreasi hingga kontemporer,” ungkapnya .

Adi Pranata bersama teman-temannya, sangat menyadari kalau di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi, selalu sarat dengan persaingan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Persaingan itu, tak hanya dalam bidang pengetahuan, ekonomi, dan kesehatan, tetapi juga berlaku pada bidang seni dan budaya. Karena itu, anak-anak muda pencetus komunitas ini mendorong untuk melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan seni tari, agar mampu bersaing dengan dunia luar. “Hal tersebut mutlak menjadi acuan, sehingga generasi-generasi muda yang tergabung dalam komunitas ini selalu berlatih untuk bisa mengekspresikan dan mengkemas seni tari mengikuti arah perkembangan zaman, tanpa menghilangkan cirri khas yang asli atau tetap mengacu pada nilai-nilai luhur yang ada,” jelasnya.

Komunitas Manubada

Sejalan dengan hal tersebut, Komunitas Manubada akhirnya terlibat dalam berbagai aktivitas yang tergerak dalam bidang seni, baik itu seni pertunjukan maupun seni yang bersifat komunal (untuk kepentingan upacara adat). Mmaka itu, denga mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Komunitas Manubada juga kerap kali melakukan pertunjukan melalui media sosial atau virtual.Tak hanya itu, komunitas ini tidak jarang juga melakukan aksi sosial kemasyarakatan dan kerohanian sebagai upaya membentuk generasi muda yang kreatif juga memiliki jiwa sosial yang tinggi serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di bawah komando alumni S1 Pendidikan Sendratasik dan S2 Penciptaan Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, komunitas ini semakin fokus pada dunia pertunjukan yang dinaungi oleh para generasi muda yang berkumpul dari beberapa daerah di Bali. Komunitas Manubada telah melahirkan karya-karya ciptaan baru, diantaranya: Sadhaka, Sterya, Janji Hanoman, Rama Sinta, Ghni Wanara, Konslet, Teror, Tetamian, Rekat, Embung, Gawat, Taru Muni, Dimensi Masa Lalu, Lara Sang Pertiwi, Garuda Wisesa, Aku Diantara Mereka, Ening, Mulu-mulut, Sangkan Paran, Remember, Ratu Sembang, Mangapepet, Samaning Rasa, Sedah Wong, Kreasi Nusantara, Nangluk Merana, Suka Duka Lara Pati, Mabuwu-buwu, Satya Bhakti Aprabhu, Baris Bala Samar, Tanah Ambara, Teater Sekar Gajah Mada, Rejang Danu Kerthi, Igel Sundaram, Cak Meong-meong, Leg’gong Ayu Nyalin dan lain-lain.

Komunitas Manubada pernah menjadi penyaji karya dalam acara Rumah Kreatif Wajiwa Bandung, ISOLA Menari di UPI Bandung, Bedog Art Festival Yogyakarta, Hari Tari Sedunia di ISI Surakarta, Tidak Sekedar Tari di wisma seni Surakarta, Festival Hujan 2015-2016-2019 di Kartasura, pentas di Mataram-Lombok (2019 & 2021), Menjadi Penyaji dalam International Mask Festival tahun 2020 melalui media Virtual, pentas kolaborasi bersama wilwatikta foundation (Bandung) melalui media virtual (2020), serta aktif dalam pagelaran ngayah dan festival di Bali seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), Mahalango, Nawanatya, Sanur Village Festival, Nusa Dua Festival, Denpasar Festival, Suwat Festival dan banyak lagi lainnya.

Baca Juga:  “Sisya Utama” Sendratari Garapan Sanggar Seni Paripurna Bona Tutup Bulan Bahasa Bali 2020

Komunitas yang aktif berkumpul di Art Centre Denpasar dan kampus ISI Denpasar itu, pada 2020 aktif mengikuti pargelaran secara virtual baik tingkat daerah Bali atau nasional bahkan international. Di tahun 2020, komunitas Manubada aktif menggelar kolaborasi dan mencetus sebuah event tahunan dengan diberi nama “JOURNEY”, yang biasanya akan diadakan workshop, diskusi, bedah karya dan pementasan karya. Manubada juga tetap aktif menyelenggrakan kegiatan sosial ke yayasan, panti asuhan dan intsnasi lain untuk berbagai pengetahuan khususnya dalam belajar seni tari. [B/*]

Related post