Kutipan dari Script Monolog Ni Pollok Bercerita

 Kutipan dari Script Monolog Ni Pollok Bercerita

Komunitas Aghumi gelar ‘Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur’/Foto: amritadharma

“Apakah tubuh wanita ini hanya untuk seni?”

“Manakah yang lebih penting, seni atau anak?”

Itu sebagian kutipan dari “Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur” yang berlangsung di Museum Le Mayeur, Minggu 7 Juli 2024. Pagi itu, suasana pantai begitu damai, angin berhembus hingga ke setiap ruang seni.

Monolog pun dimulai dan dibuka dengan pembagian kartu tarot dan stiker kepada para peserta. Lalu, sosok Ni Pollok yang diperankan oleh Gek Santi menyambut dan mempersilahkan penonton untuk masuk.

Baca Juga:  Laporan Pentas “The Seen and Unseen” dari Australia [2] – Kami Merayakan Galungan di Negara Lain

Pertunjukan monolog ini semakin menarik. Kemampuan pemain dalam berdiaog penuh jiwa itu, mampu menciptakan interaksi aktif bersama penonton. Suasana pementasan Monolog itu menjadi lebih komunikatif, setelah salah satu penonton terlibat.

Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur/Foto: amritadharma

Penonton itu diajak mengikuti gaya dan pose iconic Ni Pollok saat menjadi model lukisan Le Mayeur. Penontonpun tampak senang, dan mengikuti dengan sesuai yang diarahkan oleh Aktor Ni Polok yang memandu study tur itu.

Aktor Ni Pollok kemudian membawa penonton untuk melihat koleksi lukisan dari almarhum Le Mayeur. Sambil melihat-lihat lukisan itu, Ni Poloki menceritakan latar belakang kehidupannya. Karirnya sebagai penari dan model.

Termasuk bercerita tentang pertemuannya dengan Le Mayeur, kehidupan rumah tangga bersama dengan suaminya, hingga pergolakan batin Ni Pollok sebagai seorang istri dan perempuan. Hal itu dikisahkan dengan gerak tubuh dan kata-kata mempertegas maksudnya.

Baca Juga:  I Wayan Seregeg dan I Wayan Mudita Adnyana Menerima Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama

Menariknya, monolog oleh Ni Pollok ini tidak hanya menceritakan tentang kehidupan pribadi, tetapi ini adalah sebuah cerita tentang pergolakan batin dan dedikasi yang kuat terhadap seni. Ini yang tak banyak diungkap.

Selain pertunjukan Monolog, acara yang digelar Komunitas Aghumi bertajik “Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur” ditutup dengan penampilan drama musikal bertajuk “Rahim Bahari”.

Saat acara penutupan Aghumi juga memberikan “Aghumi Award” kepada bunda ratih selaku pendiri Narwastu Autism Learning dan Beasiswa Pendidikan Agumi yang diberikan kepada Amelia Niscahaya Ningrum salah satu murid Narwastu. [B/ingga]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post