Sekaa Cak Mahasiswa Korea Siap Tampil di PKB 2026
Mahasiswa Seoul Institute of the Arts tetap bersemangat latihan Cak/Foto: ist
KESENIAN Cak yang ditarikan oleh seniman Bali itu biasa. Tetapi, bagaimana kalau kesenian yang mengandalkan paduan suara mulut sebagai pengganti instrument music itu ditarikan oleh orang asing, khususnya diperankan oleh para mahasiswa asal Korea Selatan, penasaran kan?
Maka, tunggulah kehadiran Sekaa Cak dari Korea Selatan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48. Mereka tampak sangat bersemangat untuk menampilkan seni karya I Wayan Limbak kolaborasinya dengan pelukis asal Jerman, Walter Spies di tahun sekitar tahun 1930-an di pesta seni Bali.
Sekitar 40 mahasiswa laki-laki dan perempuan asal Korea Selatan tampak serius menekuni kesenian Cak itu. Prof. I Wayan Dibia bersama Kadek Wahyudita yang menggembleng para penari asing itu untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan Bali yang sudah mendunia itu.
Di tengah persiapan menuju PKB ke-48 itu, maestro seni Bali Prof. Dibia tak hanya sekedar mengenalkan kesenian Bali, tetapi membangun jembatan budaya lewat pelatihan Tari Cak kepada puluhan mahasiswa di Seoul Institute of the Arts itu.
Hanya dalam tiga kali latihan, para mahasiswa mampu menampilkan kesenian Cak berdurasi 10 menit. Bahkan, penampilan mereka yang menggugah itu sudah dipentaskan di halaman terbuka kampus setemoat pada Rabu, 27 Mei 2026, di hadapan civitas akademika.
Dalam pelatihan itu, Prof. Dibia bukan sekadar mengajarkan pola vokal dan gerak tubuh, tetapi membawa filosofi hidup masyarakat Bali ke ruang latihan di negeri ginseng tersebut.
Prof. Dibia memperkenalkan struktur orkestrasi vokal dalam Cak, mulai dari pola cak ocel, kilitan telu hingga kilitan nem. “Susunan suara yang saling mengisi itu mencerminkan kehidupan komunal masyarakat Bali yang menjunjung kebersamaan dan harmoni banjar,” kata Prof. Dibia.
Perpaduan suara dalam Cak menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Bali. Jadi Kecak bukan hanya tontonan, tetapi juga cerminan nilai budaya.
Kolaborasi seni itu lahir dari kerja sama antara Seoul Institute of the Arts dengan Institut Seni Indonesia Bali yang telah menandatangani nota kesepahaman beberapa bulan lalu.
Hubungan kesenian Bali dan Korea sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, seniman musik Bali I Wayan Sudirana juga pernah diundang kampus tersebut untuk memperkenalkan seni budaya Bali kepada mahasiswa Korea.
Melalui pelatihan Cak ini, Bali tidak hanya mengekspor pertunjukan seni, tetapi juga memperluas pengaruh budaya dan filosofi hidupnya ke panggung internasional.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan rombongan Seoul Institute of the Arts yang siap ambil bagian dalam ajang PKB ke-48 di Bali. Mereka akan menampilkan musik tradisional Korea, tari tradisional, hingga karya kolaborasi seni Korea-Bali. [darma]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali