Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 Angkat Tema ‘Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa’

 Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 Angkat Tema ‘Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa’

Lomba Debat Bahasa Bali Bulan Bahasa Bali tahun 2025/Foto: darma

BULAN Bahasa Bali Tahun 2026 mengangkat tema “Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa”, bermakna Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman membangun jiwa yang mahasempurna.

Festival budaya yang digagas Pemerintah Provinsi Bali itu bakal berlangsung sebulan penuh, mulai 1 – 28 Pebruari 2026. “Bulan Bahasa Bali VIII ini, kami sudah persiapkan sejak Desember 2025,” kata Kepala Bidang Sejarah dan Komunikasi di Dinas Kebudayaan, I Made Dana Tenaya, Rabu 14 Januari 2026.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini merupakan wujud implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomer 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Untuk pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII mengangkat maskot “Kupu-kupu” yang bermakna transformasi siklus kehidupan.

Baca Juga:  Penutupan Bulan Bahasa Bali 2020 Bertabur Pentas Seni

Dana Tenaya mengatakan, penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII ini mulai dari tingkat Desa, Kelurahan, dan Desa Adat se-Bali, Tingkat Kota/Kabupaten se-Bali, Tingkat Lembaga Pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi) se-Bali, kemudian Tingkat Provinsi Bali yang diselnggarakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.

Untuk materi Bulan Bahasa Bali, terdiri dari Utsawa (Festival), Wimbakara (Lomba), Sasolahan (Panggung Apreasiasi Sastra), Widyatula (Seminar), Kriyaloka (Workshop), Rekaaksara (Pameran), Malajah Sambilang Maplalianan (Ruang Belajar Ramah Anak), Paguneman Pangawi Bali (Diskusi Sastra), Raksa Pustaka (Konservasi Lontar) dan Bali Kerthi Nugraha Mahottama.

Pada saat pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII akan diselenggarakan festival (utsawa) Penulisan Aksara Bali pada Berbagai Media, antara lain, Batu, Tembaga, Lontar, Kertas, Kanvas, dan Transformasi ke Media kreatif dan digital.

“Setelah sambutan Gubernur Bali sekaligus membuka Bulan Bahasa Bali VIII 2026 akan disajikan sasolahan “Japatuan Malali ka Suargan” oleh Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati.

Baca Juga:  Solah Tutur “Taru Pramana” Sajian Seni Pembukaan Bulan Bahasa Bali 2021

Materi lomba kali ini lebih banyak dari pelaksanaan sebelumnya. Lomba yang diikuti Kota/Kabupaten, seperti Nyurat Lontar Peserta Siswa SMP, Wiwada (Debat) Peserta Siswa SMA/SMK, Ngwacen Lontar Peserta Siswa SMA/SMK, Nyurat Aksara Bali Peserta SD, Masatua Krama Istri Peserta Pakis Bali, Pidarta Basa Bali Peserta Prajuru Adat.

Sedangkan lomba untuk umum, seperti Gending Rare Peserta Siswa SD, Konten Sosial Media Berbahasa Bali, Lagu Pop Bali, Menggambar Satua Bali Peserta Siswa SD, Mewarnai Peserta TK/PAUD, Desain Poster Berbasa Bali, Musikalisasi Puisi Berbasa Bali.

Film Pendek Berbasa Bali, Membuat Cerpen Berbahasa Bali, Ngripta Gaguritan, dan Menulis Opini Berbahasa Bali. “Semua lomba ini sudah ada pesertanya, kecuali lomba Film Pendek Berbasa Bali karena para peserta langsung mengumpulkan hasil karya hingga 10 Februari,” ucapnya.

Untuk sasolahan (panggung apresiasi sastra) diisi sebanyak 8 sanggar atau komunitas ditambah 2 sasolahan pembukaan dan penutupan yang diisi oleh Sanggar KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati, “Japatuan Malali ka Suargan” yang tampil 1 Februari dan UHN IGB Sugriwa, “I Sigir Jlema Tuah Asibak” tampil pada 28 Februari 2026.

Baca Juga:  Difasilitasi Disbud Bali, 50 Komunitas Siapkan Pentas Virtual

Sementara sasolahan lain menyajikan UPMI Mahadewa yang menyajikan “Bima Swarga”, Teater Jungut Sari (Tresnane Lebur Ajur Satonden Kembang), Sanggar Nong Nong Kling (Malancaran ka Sasak), Teater Tiga (Ngurug Pasih), Teater Jineng Smasta (Basur), Teater Kawiya (Jaratkaru), Teater Genta Malini (Kobarang Apine), dan IHN Mpu Kuturan (Swarga Rohana Parwa).

Pameran Dharmakriya “Transformasi Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dalam Teknologi dan Industri Kreatif” diikuti oleh Usaha Mikro Kecil dan Manengah (UMKM) dan lembaga terkait lainnya, antara lain, seperti UMKM, Usadha Bali, Fashion/Mode, Kuliner, Film Animasi Berbahasa Bali, Media Permainan Edukatif Berbahasa Bali, Perguruan Tinggi dan Komunitas Budaya. Pameran berlangsung di selama Bulan Bahasa Bali Berlangsung bertempat di Gedung Kriya.

Konservasi Lontar yaitu perawatan lontar milik masyarakat bekerjasama dengan Dinas terkait di Kota/Kabupaten masih menjadi materi dalam ajang aksara dan sastra 2026 ini. Kegiatan ini memanfaatkan 610 tenaga Penyuluh Bahasa Bali yang ditugaskan tersebar disetiap Desa.

“Target dari kegiatan ini adalah dapat mebersihkan dan merawat 1500 cakep lontar koleksi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bedah Buku Karya Made Suar Timuhun di Bulan Bahasa Bali

Sementara kegiatan seminar mengangkat topik Konsep Diri Manusia Bali Menuju Kesempurnaan dan Pemulian Jiwa Raga dalam Lontar “Jnanasidanta” (Studi Kekinian). Sedangkan workshop mengangkat materi Baligrafi, Tuntunan Pangenter Acara Basa Bali, dan Mababaosan Basa Bali.

Bulan Bahasa Bali VIII ini menghadirkan ruang belajar ramah anak bertajuk “Malajah Sambil Maplalianan”. Ruang belajar ramah anak ini diisi dengan kegiatan menarik bagi anak-anak Sekolah Dasar dengan tujuan menumbuhkan minat belajar bahasa, aksara dan sastra Bali sejak dini.

Dipenghujung acara, diisi dengan penyerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, penghargaan pada tokoh (Sastrawan, Praktisi Bahasa, Aksara dan Sastra Bali) yang mendedikasikan diri pada Bidang Sastra dan Bahasa Bali. [B/darma]

Related post