Bulan Bahasa Bali VIII, Diawali dengan Festival Penulisan Aksara Bali di Berbagai Media
Nyurat aksara dalam pembukaan Bulan Bahasa Bali VII/Foto: ist
MATERI Bulan Bahasa Bali VIII masih sama dengan tahun sebelumnya. Tetapi, penyajiannya pasti ada yang baru, lebih kreatif dan pastinya menarik. Judulnya, mungkin ada yang mirip atau sama, tetapi pengkemasannya pasti berbeda, karena digarap dan disajikan oleh orang yang berbeda.
Baik itu dalam kegiatan Utsawa (festival), Wimbakara (lomba), Sasolahan (panggung apresiasi sastra), Widyatula (seminar), Kriyaloka (workshop), Rekaaksara (pameran), Paguneman Pangawi Bali (diskusi), Raksa Pustaka (konservasi lontar) atau Bali Kerthi Nugraha Mahottama.
Temasuk kehadiran Malajah Sambilang Maplalianan (ruang belajar ramah anak) lebih menekankan pada edukasi. Festival penulisan Aksara Bali pada berbagai media, seperti batu, tembaga, lontar, kertas, kanvas, hingga transformasi ke media kreatif dan digital yang unik.
Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII akan berlangsung sebulan penuh, mulai 1 – 28 Pebruari 2026. Pusat pelaksaannnya lebih banyak di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provibsi Bali.
“Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII Tahun 2026 tinggal dua minggu lagi. Pastikan seluruh persiapan festival budaya tahunan ini berjalan optimal dan semakin berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat memimpin Rapat Pleno di Ruang Widya Sabha, Gedung Unit 2 Lantai 3, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Selasa 20 Januari 2026.
Sekda Dewa Made Indra mengatakan, masyarakat adalah “pengguna utama” kegiatan ini, sehingga kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban wajib menjadi prioritas. Gedung Ksirarnawa sebagai lokasi utama meski disiapkan dengan serius.
Mulai dari perbaikan kursi, kebersihan ruangan dan toilet, hingga pengecekan listrik dan atap bangunan, mengingat pelaksanaan berlangsung di musim hujan. Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian khusus.
Pedagang mesti bertanggung jawab atas sampah dagangannya. Sementara peserta dan pengunjung diimbau membawa tumbler guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Petugas kebersihan juga harus aktif berkeliling menjaga kebersihan area acara.
Dalam hal informasi kegiatan, panitia jangan hanya mengandalkan pemasangan baliho, tetapi juga aktif menyebarkan jadwal dan materi acara melalui media sosial agar mudah diakses generasi muda.
Pengaturan lalu lintas dan parkir juga harus disiapkan sejak awal dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian agar tidak menimbulkan kemacetan maupun keluhan masyarakat.
Pentingnya ketepatan waktu penampilan peserta dan pengisi acara juga dipastikan aman. Maka itu, koordinasi harus dilakukan lebih awal agar tidak terjadi keterlambatan.
Dari sisi etika, seluruh peserta diingatkan mengenakan busana yang sopan, rapi, serta mencerminkan nilai estetika dan etika budaya Bali.
Lalu, terkait jaringan internet, Sekda Dewa Made Indra meminta Diskominfos Bali berkoordinasi sejak dini dengan pihak terkait agar tidak terjadi kendala teknis saat pelaksanaan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, melaporkan, Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa”.
Tema tersebut bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman pembangun jiwa yang mahasempurna.
Bulan Bahasa Bali VIII akan berlangsung selama sebulan penuh, dari 1 hingga 28 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
Serta implementasi dari Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang pelindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.
Tahun ini, maskot yang diangkat adalah kupu-kupu, yang melambangkan transformasi siklus kehidupan.
Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kelurahan, dan desa adat se-Bali, tingkat kabupaten/kota, lembaga pendidikan, hingga tingkat provinsi yang dipusatkan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. [B/darma]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali