Teater Jungut Sari Pentaskan ‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’: Kisah dari Novel Djelantik Santha
Teater Jungut Sari Pentaskan ‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’ di Bulan Bahasa Bali VIII/Foto: darma
Teater Jungut Sari berkolaborasi dengan Taksu Bhuana menyajikan sasolahan Drama Bali Modern berjudul “Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang” serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII, Selasa 10 Pebruari 2026.
Drama berdurasi sekitar 1 jam itu diangkat dari Novel karya Djelantik Santha itu dikemas kekinian, mengibur, dan membuat penonton hanyut dalam kisah itu. Sejak awal hingga berakhir, penonton masih tetap di tempat duduknya menikmati dengan seksama.
Drama ini mengisahkan perjalanan hidup dan cinta yang tragis dari I Nyoman Santosa, seorang pemuda miskin dari Desa Selat yang memiliki tekad kuat untuk menempuh pendidikan menjadi guru.
Meskipun awalnya dilarang oleh ibunya, Mén Madu, karena keterbatasan ekonomi, Nyoman tetap teguh pada cita-citanya untuk menjadi guru setelah mendapat firasat juga melalui mimpi dari mendiang kakaknya, Madé Madi.
Alur cerita berfokus pada dua kegagalan cinta Nyoman yang sangat menyedihkan, yaitu Tragedi Madé Arini dan Tragedi Gusti Ayu Jinar.
Tragedi Madé Arini, saat bersekolah di Klungkung, Nyoman menjalin kasih dengan teman masa kecilnya, Madé Arini. Namun, kebahagiaan mereka hancur ketika Arini diculik dan diperkosa oleh Anak Agung Alit Sudéndi, seorang putra bangsawan yang angkuh.
Arini terpaksa menikah dengan penculiknya, namun tak lama kemudian, keduanya tewas tenggelam di Danau Batur saat sedang mengantar tamu menggunakan sampan ke Trunyan.
Tragedi Gusti Ayu Jinar, Nyoman Santosa kemudian melanjutkan sekolah ke SGA Singaraja dan bertemu dengan Gusti Ayu Jinar. Jinar adalah sosok yang mencintai Nyoman tanpa memandang perbedaan kasta. Namun, takdir buruk kembali menimpa.
Nyoman bermimpi buruk tentang banjir besar yang ternyata menjadi kenyataan. Gusti Ayu Jinar tewas hanyut terbawa banjir bandang yang menghancurkan rumah pamannya, tempat ia tinggal.
Akhir cerita, Nyoman Santosa meratapi nasibnya merasa cintanya selalu “lebur ajur setonden kembang”
Kisah cinta Nyoman Santosa yang menjalin cinta bersama Made Arini dan Gusti Ayu Jinar merasa begitu dekat dengan hati penonton. Hal itu, juga didukung oleh para pemain yang mampu memerankan setiap tokoh yang dibawakan, hingga mendukung setiap adegan yang ada.
Meski pendukung drama Bali modern ini tergolong masih muda, karena didukung siswa SMA Negeri 1 Sukawati, namun semua pemain tampak lihai membeberkan kisah yang sarat pesan.
Penonon yang hamper memenuhi gedung pertunjukan modern itu, terkadang sedih dengan kisah cinta Nyoman Santosa yang berakhir tragis, terkadang pula tertawa karena adegan itu dikemas kekinian, lucu dan menghibur.
Nyoman Santosa yang aktif di sekolahnya, bertemu dengan Made Arini teman masa kecil dulu. Kisah pertemuannya itu miri kisah dalam Drama Korea, dimana Santosa dan Arini berjalan mundur lalu bertabrakan da buku yang dipegang Arini jatuh. Arini dan Santosa bersama-sama jongkok mengambil buku itu, seketika penonton bertepuk tangan
Kisah cinta Nyoman Santosa ketika menebar benih cinta dengan Gusti Ayu Jinar juga menarik. Disitu seakan ada sekat, kasta yang menjadi pertimbangan untuk berpacaran. Pesan positip lainnya, niat Nyoman Santosa yang menjadi seoarang guru.
Meski melewati berbagai kisah, namun dengan tekad yang kuat, ia akhirnya lulus di SGB dan SGA yang akhirnya sukses menjadi guru. Dalam adegan kisah ini, seakan mengingatkan untuk selalu bersemangatdan focus pada sebuah cita-cita, sehingga sukses.
“Proses pengalahwahanan dari novel ke drama menjadi sebuah tantangan. Karena dari 10 bab kemudian dikemas menjadi drama modern dengan durasi waktu 45 menit atau 1 jam, namun tetap mempertahankan kompleksitas ceritanya,” kata Pembina, Kadek Wahyu Ardi Putra.
Hal itu kemudian diiasati dengan bermain simbol-simbol pada adegan tertentu, dan tetap mempertahankan cerita dari awal sampai akhir sesuai dengan judul. “Kami tetap membawakan komplik cinta dua kali ditinggal mati untuk mendapatkan lebur ajur itu,” lanjut Wahyu Ardi Putra.
Meski mengangkat kisah cinta Nyoman Santosa yang ditinggal mati, namun kisah itu disajikan biasa mengalir seperti yang adalam teks novel. Tidak ada pesan khusus yang disampaikan. Justru pesan itu ada ketika adegan seorang yang rakus dengan membabat hutan untuk ditenamin sawit.
Banjir itu menghanyutkan rumah dan memakan korban, termasuk Gusti Ayu Jinar, pacar Nyoman Santosa. “Dalam drama ini, kami hanya menekankan keseriusan Nyoman Santosa belajar untuk menjadi seorang guru,” papar.
Kadek Wahyu Ardi Putra yang juga penulis naskah dan sutradara ini mengatakan, kegigihan menjadi seoarang guru dengan keadaan ekonomi yang kurang, ditinggal kepala keluarga dan kakak laki-lakinya, sehingga hidup dengan seorang ibunya.
Awalnya keinginahn itu tidak direstui ibunya, karena keresahann mengurus ternak dan sawah yang ditinggalkan. “Kerja keras dan kegigihan menjadi seorang guru ini. Dengan ketekadannya ia akhinya tamat di SGB dan SGA lalu pulang-pulang menjadi seorang guru. Sisi positif itu yang kami sampaikan, selain masalah cinta,” ucapnya.
Kisah-kisah percintaan dalam drama ini, sangat dekat dengan kehidupan anak-anak muda kini, sehingga yang ditawarkan adalah nilai-nilai pisitif dengan kejadian lebur ajur itu. Misal ditinggal mati, konplik kasta, dan lainnya yang kemudian menawarkan nilai-nilai positif.
Dengan begitu, menjadi pertimbangan anak-anak muda agar tidak justru tertekan dan pada akhirnya mengambil jalan pintas. “Pesan yang kami sampaikan kepada anak-anak muda kini, bisa menyikapi segala permasalahan secara positif,” tegasnya.
Drama Bali Modern menceritakan perjalanan I Nyoman Santosa bersekolah yang ingin menjadi seorang guru. Walau berlatar belakang miskin, di Désa Selat yang hanya ditinggal bersama ibunya Mén Madu. Nyoman hidup bersaha mengejar cita-citanya menjadi seorang guru.
Di tempat belajar, Nyoman Santosa bertemu dengan Made Arini lan Gusti Ayu Jinar. Namun, perjalanan cintanya tragis, yaitu Arini mati tenggal di Danu Batur dan Gusti Ayu Jinar meningeal karena banjir. [B/darma]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali