Bernostalgia Bersama Band Legendaris Bali di Festival Seni Bali Jani VIII

 Bernostalgia Bersama Band Legendaris Bali di Festival Seni Bali Jani VIII

Pergelaran Musik bertajuk “Bintang 5 Musik Jani” persembahan Sanggar Rare Angon Sejati di Festival Seni Bali Jani VIII/Foto: ist

SEDERET band legendaris Bali tampil dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, Jumat 17 Juni 2026. Band legendaris itu tampil dengan karakter musiknya masing-masing, menghadirkan suasana penuh nostalgia.

Pergelaran Musik bertajuk “Bintang 5 Musik Jani” persembahan Sanggar Rare Angon Sejati berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali. Para musisi yang mewarnai industri musik Bali sejak awal 2000-an itu dipertemukan dalam satu panggung.

Sejumlah band yang tampil di antaranya Triple X, Joni Agung, Leyonk Sinatra, Bintang Band, Lolot, DJ Radio Koplo, serta beberapa grup musik pendukung lainnya. Penampilan mereka disambut antusias penonton yang ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti lagu-lagu yang pernah populer pada masanya.

Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, festival kesenian tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali dan berfokus pada pelestarian serta pengembangan seni budaya Bali modern, tampil semakin semarak dengan kehadiran para musisi tersebut.

Sejumlah band yang tampil di antaranya Triple X, Joni Agung, Leyonk Sinatra, Bintang Band, Lolot, DJ Radio Koplo, serta beberapa grup musik pendukung lainnya. Penampilan mereka disambut antusias penonton yang ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti lagu-lagu yang pernah populer pada masanya.

Kurator Festival Seni Bali Jani VIII, I Made Adnyana mengatakan, malam apresiasi band Bali itu menjadi salah satu pertunjukan yang istimewa karena mempertemukan band-band lawas yang hingga kini masih bertahan di industri musik. Menurutnya, kehadiran mereka membuktikan Festival Seni Bali Jani mampu menjadi wadah bagi perkembangan seni modern di Bali.

“Festival Seni Bali Jani menjadi ruang yang baik bagi seni modern Bali untuk terus berkembang, sekaligus menghidupkan kembali semangat berkarya para musisi yang telah menjadi bagian dari sejarah musik Bali. Tidak hanya menghadirkan karya-karya baru, festival ini juga memberi ruang apresiasi bagi para pelaku seni yang telah memberikan warna dalam perjalanan musik Bali,” katanya.

Adnyana menjelaskan, sekitar tahun 2004 menjadi tonggak kebangkitan band-band Bali. Pada masa itu, banyak grup musik bermunculan dan mewarnai perkembangan musik modern di Pulau Dewata.

“Yang menarik, dari sekian banyak band yang lahir saat itu, hanya beberapa yang mampu bertahan. Ada yang sempat vakum seperti Lolot, ada pula personelnya yang lebih memilih bersolo karier, seperti Jun Bintang. Melalui Festival Seni Bali Jani ini, mereka kembali dipertemukan dalam satu panggung,” ujarnya.

Menurut Adnyana, momentum tersebut tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi antara musisi senior dan penikmat musik masa kini. [B]

Related post