November 28, 2021
Kreasi

Anak Anak Menari Barong

Indah dan penuh ekspresi. Aksi para peserta Sedang Barong Festival mengundang decak kagum penonton.

Seniman muda setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah (SMA) dan tingkat dewasa ini tampak lihai dalam menarikan barong ket dan barong buntut.

Bocah-bocah kreatif ini tak hanya menari dengan cekatan dalam memberi angsel, tetapi juga mampu memberikan ekspresi sehinggap tampak hidup. Bayangkan saja, barong ket yang terbuat kayu (benda mati) mampu mereka sajikan seperti memiliki njiwa. Tentu saja, itu tetuek, tandang dan pedum karang sudah mereka kuasai.

Itulah Lomba Bapang Barong Ket dan Barong Buntut serta Makendang Tunggal dalam ajang Sedang Barong Festival 2 yang berlangsung sangat meriah. Lomba yang digelar Paguyuban Kandapat dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Dinas kebudayaan Provisni Bali Ni Wayan Sulastriani, Jumat (27/12) dan berlangsung selama tiga hari.

Lomba bapang barong dan makendang tunggal itu dibagi menjadi tiga kategori yaitu tingkat SD yang diikuti 14 peserta, tingkat SMP diikuti 30 peserta dan tingkat umum diikuti 30 peserta.
Masing-masing penari mendapat kesempatan tampil dengan menampilkan pakem barong secara lengkap, yaitu pepeson, pengawak, ngintip jangkrik (impropisasi dengan penabuh) dan pekaad. Dalam ajang ini tukang kendang dan penari dituntut mampu impropisasi, namun tetap berpijak pada pakem tari Bali.

Ketika impropisasi itu, tukang kendang dan penari tampil kompak, seketika itu penonton bertepuk tangan memberi semangat. “Festival ini memiliki visi sesuai dengan Paguyuban Kandapat yakni ikut mengajegkan dan melestarikan seni dan budaya agama Hindu Bali,” kata Putu Gede Hendrawan Ketua Panitia yang juga pendiri Paguyuban Kandapat.

Untuk lomba bapang barong ket, setiap peserta terdiri dari 2 orang penari barong dan 1 tukang kendang. Berbeda dengan bapang barong buntut penarinya hanya satu orang (buntut). Untuk mendapatkan tukang kendang yang menjadi pasangannya, masing-masing dilakukan dengan undian (tarung bebas). Maka itu, antara penari barong dan pemain kendang bukan pasangan sejak awal.

Meski mereka tampil bukan dengan pasangannya, namun aksi mereka menjadi satu tim. Meski sama-sama menari barong, tetapi masing-masing penari menyajikan stail yang beda.
Pada hari pertama, semua peserta yang tampil penuh semangat. Penampilan mereka juga meninspirasi, bagi penari barong pemula untuk menjadi penari barong yang handal. Para seniman cilik dan remaja itu tampil kreatif dengan penuh kreasi, sehingga memukau pengunjung dari berbagai daerah di Bali.

“Festival ini memiliki visi sesuai dengan Paguyuban Kandapat yakni ikut mengajegkan dan melestarikan seni dan budaya agama Hindu Bali,” kata Putu Gede Hendrawan Ketua Panitia yang juga pendiri Paguyuban Kandapat.
Realisasinya, lanjut Gede Hendrawan melalui kegiatan festival ini untuk memberikan kesempatan kepada adik-adik, semeton yang sedang berlatih dan menekuni seni, menari barong dan makendang tunggal.

“Hal ini juga untuk memberikan kesempatan para generasi muda dalam menekuni kesenian Bali. Festival ini merupakan inspirasi dari Paguyuban Kandapat untuk ikut membangkitkan seni budaya Bali,” tegasnya.
Menurut Gede Hendrawan animo generasi muda terutama anak-anak memiliki kepedulian begitu tinggi terhadap seni dan budaya Bali. Buktinya, anak-anak setingkat SD, SMP dan umum yang digelar se-Bali ini begitu bersemangat tampil dalam festival ini.

“Dari total seluruh peserta untuk festival tahun ini ada 74 pasang. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 57 pesera,” kata salah satu pengurus Bali Villa Association (BVA) Badung ini serius.

Kegiatan ini sebagai media untuk meningkatkan semangat seniman Desa Sedang dalam berkesenian. Desa Sedang memiliki banyak seniman baik seni tari, tabuh dan patung. Bahkan ikon Desa Sedang adalah seni patung.

“Desa Sedang merupakan gudang seniman, maka kami angkat kegiatan seni ini untuk menjadikan Sedang sebagai daya tarik wisata. Kami berharap kedepannya bisa meningkatkan lagi kegiatan seni budaya, sehingga bisa untuk menarik kunjungan wisatawan lebih banyak ke Desa Sedang,” pungkasnya. [B/*]

Related Posts