DTW Tanah Lot Mernata Pagar Pinggir Tebing

 DTW Tanah Lot Mernata Pagar Pinggir Tebing

Menikmati keindahan alam dan budaya di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kini semakin aman dan nyaman. Pasalnya, pagar yang membentang di pinggir tebing dari areal Pura Penataran hingga ke Pura Batubolong kini dibuat dari kayu yang lebih kuat dan ramah lingkungan. Bahannya kini menggunakan kayu ulin, sebuah kayu khusus dari Kalimantan. “Pagar ini sebagai pengamanan ketika wisatawan menikmati keindahan alam pantai,” kata Kadiv. Pengembangan dan Promosi DTW Tanah Lot, Ni Made Suarniti, Kamis 28 Juli 2022.

Sebelumnya pagar itu menggunakan bahan dari besi, namun kini diganti dengan menggunakan bahan kayu, sehingga lebih indah, dan ramah lingkungan. Pagar besi itu pada awalnya memang kuat, tetapi belakangan banyak yang korosi, mungkin karena ada pinggir pantai. Agar pagar itu lebih kokoh kembali, maka menggunakan kayu ulin. Kayu ini tengahnya lebih padat, sehingga pagar menjadi lebih kuat. “Penataan semua pagar di pinggir tebing ini masih dalam proses,” sebutnya.

Pengerjaannya dimulai pada Mei 2022, dengan panjang kurang lebih 400 meter. Semua pagar pengaman yang ada di pinggir-pinggir tebing akan menggunakan bahan kayu. Selain pagar tebing, penataan juga dilakukan pada spot-spot selfie yang banyak dimanfaatkan para pengunjung. DTW Tanah Lot memiliki banyak spot selfie yang sangat indah. “Spot selfie yang ada semuanya ditatat untuk menjadi lebih baik, aman dan nyaman. Saat ini masih dalam penataan, sehingga belum rampung semuanya,” ujarnya.

Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memang selalu menarik untuk dikunjungi. Setiap libur hari raya, jumlah kunjungan wisatawan selalu mengalir. Apalagi, setelah DTW yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali ini, telah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) di masa pandemi ini, sehingga keamanan dan kenyamanan pengunjung selalu terjaga. “Sejak dibukanya penertbangan internasional serta kemudahan yang diberikan bagi calon wisatawan, kunjungan ke Tanah Lot terus bergerak. Saat ini, rata-rata kunjungan per hari sebanyak 4.000 wisatawan dengan komposisi sebanyak 70% domestik dan 30% mancanegara,” paparnya.

Baca Juga:  Bule Mengenal Bali Lebih Dekat di Asana Artseum

Jero Niti panggilan akrabnya mengatakan, Tanah Lot menjadi pilihan bagi wisatawan untuk mengisi liburan. Meski tak seramai sebelum pandemi, tetapi di masa pandemi ini jumlah kunjungan selalu saja ada. Wisatawan domestik utamanya dari kota-kota besar di Pulau Jawa masih ingat dengan DTW yang menawarkan sunset yang indah ini. Pura di tengah laut itu menjadi daya tarik setiap wisatawan yang berkunjung. Mereka tak henti-hentinya menjadikan Pura Tanah Lot sebagai latar foto atau selfie mereka. Wisatawan sering melintas di pasir hingga mencuci tangan ataupun muka di air suci banyak dilakukan oleh para wisatawan. Banyak pula yang duduk-duduk di areal taman menikmati suasana alam yang damai. [B/*]

Artikel Terkait