Paradisus by Meliá Bali Grand Opening, Mempertahankan Kearifan Lokal
Tanamaan local dan langka di Paradisus Bali/Foto: puspa
GRAND opening Paradisus by Meliá Bali berlangsung pada 15-17 Mei 2026. Resor mewah yang berlokasi di kawasan premium The Nusa Dua itu masih mengedepankan kearipan local Bali yang membuatnya semakin unik. Tak hanya nyaman, tetapi juga tenang dengan aura yang sangat beda.
Kemewahan yang ditawarkan Paradisus Bali, tidak mengesampingkan tanggung jawab lingkungan, serta mengedapankan konsep Tri Hita Karana, mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidup untuk mencapai kebahagiaan sejati.
“Paradisus Bali secara konsisten memprioritaskan kearifan lokal Bali,” kata General Manager Paradisus Bali, Eduardo Castro Perera pada saat konferensi terkait grand opening Paradisus by Meliá Bali, Sabtu 16 Mei 2026.
Selain menjaga kawasan hijau sekitar 60 persen dari luas area resor, juga memiliki tanaman langka dan bertuah, seperti tanaman dapur hidup. Jenis tanaman ini memiliki filosofi yang tentu menawarkan cerita menarik bagi setiap tamu yang melihatnya.
Jika sedang menikmati area hotel atau menikmati faslitas kolam renang, jangan kaget jika menemukan beberapa itik yang hidup nyaman di sebuah areal yang memang disiapkan baik. Di sebelahnya, angsa di kolam berenang damai bersama keluarganya.
Lalu, disela-sela tanaman hijau itu beberapa burung merak yang tak merasa asing berjalan diantara para tamu yang ada. Tupai dan burung-burung lokal lainnya tampak menjadi bagian dari kehidupan manusia yang selalu harmonis, sehingga sering menjadi bidikan kamera para tamu.
Di lobi terdapat lukisan tumbuhan, hewan dan manusia mencerminkan kehidupan yang berkonsep Tri Hita Karana. “Kami ingin memberikan pengalaman menginap mewah all-inclusive secara holistik mengintegrasikan aspek budaya, kuliner, dan kesehatan bagi para tamu,” jelasnya.
Beberapa ornament bangunan, bahkan di dinding terpasang kerajinan local, seperti kain endek dan hasil kerajinan local lainnya. Ini sebagai cara merangkul Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) local, di samping untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali dan Nusantara.
“Berbagai produk kerajinan tangan, bahan baku kuliner segar, hingga elemen dekorasi resor dipasok langsung oleh para pelaku usaha lokal. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata, kalau industri pariwisata elit mampu menjadi motor penggerak inklusivitas ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Eduardo Castro Perera menegaskan, langkah green hospitality ini menjadi edukasi penting bagi industri bahwa operasional hotel skala besar dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian alam Bali.
Dengan membawa bendera baru yang sukses di Eropa dan Amerika Latin ini, Eduardo Castro Perera optimis dan siap menyajikan pengalaman menginap mewah (all-inclusive) yang mengintegrasikan aspek budaya, kuliner, dan kebugaran secara holistik bagi para tamu.
Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Johannes Suriadjaja menyatakan, transformasi Meliá Bali Hotel menjadi Paradisus Bali menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem pariwisata Indonesia lebih tangguh, tanpa menghilangkan kearipan lokalnya.
“Kehadiran resor ini tidak hanya diproyeksikan untuk menarik minat wisatawan mancanegara premium, tetapi juga menjadi wadah transfer teknologi dan pengetahuan (service excellence) yang akan memperkaya standar industri perhotelan nasional,” jelasnya.
Johannes Suriadjaja mengatakan, berbagai produk kerajinan tangan, bahan kuliner segar, hingga elemen dekorasi resor dipasok langsung oleh para pelaku usaha lokal. “Kolaborasi ini bukti nyata kalau industri pariwisata elit mampu menjadi motor penggerak inklusivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” ucapnya.
Menurutnya, pembukaan Paradisus Bali ini menandai debut perdana brand mewah Paradisus di pasar Asia. Langkah strategis ini diambil guna menangkap lonjakan potensi pertumbuhan pariwisata kelas atas (luxury travel) yang terus berkembang pesat, khususnya di Bali.
Sebelum bersolek menjadi Paradisus Bali, Meliá Bali Hotel telah menorehkan rekam jejak performa yang solid selama hampir empat dekade dengan mencatatkan tingkat hunian (occupancy rate) rata-rata mencapai 80%.
Manajemen kemudian menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) hingga mencapai 20%–30% dari total pendapatan perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang stabil dan berkelanjutan.
Dari sisi fasilitas, Paradisus Bali menyajikan diferensiasi yang kuat lewat area eksklusif ‘The Reserve’ yang dirancang khusus bagi tamu dewasa yang menginginkan privasi tinggi. Di sisi lain, tersedia pula layanan ‘Family Concierge’ yang ramah anak.
Termasuk berbagai pilihan restoran internasional, hingga rangkaian program aktivitas harian yang secara khusus menonjolkan keunikan ritual dan kekayaan budaya local Bali. Keberlanjutan operasional resor ini kian kokoh menyusul perpanjangan kerja sama strategis antara SSIA dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). [puspa]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali