Dari PKB ke Bali Jani, Estafet Perayaan Seni Bali Berlanjut
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong beri/Foto: dar
USAI menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026.
Pembukaan festival yang dipusatkan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Sabtu 11 Juni 2026 malam itu ditandai dengan pemukulan gong beri oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
Momentum tersebut menjadi simbol estafet dua festival seni terbesar di Bali. Jika PKB menjadi panggung pelestarian seni tradisi, maka Festival Seni Bali Jani hadir sebagai ruang tumbuh bagi seni modern, kontemporer, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali.
“Kehadiran Festival Seni Bali Jani menjadi bagian penting dalam ekosistem kebudayaan Bali,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.
Tahun ini, Festival Seni Bali Jani VIII mengusung tema “Atma Kerthi: Kembara Sukma”, yang dimaknai sebagai pengembaraan menuju jiwa yang maha suci.
Tema tersebut diterjemahkan ke dalam semangat eksplorasi, eksperimentasi, lintas disiplin, kontekstual, dan kolaborasi, sehingga festival ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga laboratorium kreativitas bagi para seniman.
Menurut Gubernur Koster, ruang bagi seni modern dan kontemporer harus terus dibangun berdampingan dengan upaya pelestarian seni tradisi yang selama ini dijalankan melalui Pesta Kesenian Bali.
Ia menegaskan bahwa kehidupan seni dan budaya tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi terutama pada dedikasi para seniman yang terus berkarya.
“Kita perlu mengapresiasi para seniman. Tanpa mereka, seni Bali tidak mungkin hidup secara berkelanjutan. Pemerintah hanya membuat kebijakan, tetapi yang menghidupkan budaya adalah para seniman,” tegasnya.
Selama dua pecan, yakni 11–25 Juli 2026, Festival Seni Bali Jani akan menghadirkan sedikitnya 2.649 seniman dari berbagai komunitas seni, kelompok kreatif, lembaga pendidikan, hingga pelaku sastra.
Mereka akan menampilkan puluhan karya melalui pergelaran seni pertunjukan, parade, lomba, lokakarya, sarasehan, pameran seni rupa, bursa buku, hingga penganugerahan Bali Jani Nugraha.
Berbagai pertunjukan telah disiapkan untuk mengisi panggung Festival Seni Bali Jani. Mulai dari teater, musik orkestra, band rock, tari modern, monolog, lawak, pertunjukan puisi-musik, hingga parade kreatif yang melibatkan komunitas seni dan pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Ragam sajian tersebut menunjukkan wajah baru kesenian Bali yang terus berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya.
Selain pertunjukan panggung, masyarakat juga dapat menikmati Pameran Seni Rupa “Sukma Rupa: Artistika Atma Kerthi” hasil kolaborasi Komunitas Nata Citta Krama bersama ISI Bali bertempat di Gedung Kriya, Taman Budaya Bali. Pameran ini berlangsung selama festival dan menjadi ruang dialog antara seniman dengan publik melalui berbagai karya visual kontemporer.
Di saat yang sama, Festival Seni Bali Jani juga menghadirkan Beranda Pustaka melalui pameran buku dan komik bertajuk “Akses Literasi, Harmoni Generasi”. Ruang ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati berbagai karya literasi sekaligus memperluas cakrawala seni melalui buku, komik, dan berbagai aktivitas pendukung.
Terkait penutupan PKBXLVIII, Gubernur Koster menyerahkan penghargaan Adhi Sewaka Nugraha kepada 12 seniman yang dinilai berjasa dalam pelestarian, penguatan, dan pemajuan seni tradisi klasik maupun kesenian rakyat Bali.
Masing-masing penerima memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi mereka. Dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba.
Pembukaan Festival Seni Bali Jani juga menjadi penutup manis bagi penyelenggaraan PKB XLVIII yang berlangsung selama 29 hari. Tahun ini PKB mencatat capaian menggembirakan dengan melibatkan 673 lembaga seni, 20.929 seniman, dan menampilkan 879 karya seni. Jumlah kunjungan menembus lebih dari 1,8 juta orang, sementara transaksi sektor kuliner dan industri kecil menengah mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Keberhasilan PKB tersebut menjadi fondasi optimisme bagi penyelenggaraan Festival Seni Bali Jani. Dengan karakter yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam membangun ekosistem kebudayaan Bali, dimana PKB menjaga warisan tradisi, sedangkan Festival Seni Bali Jani membuka ruang bagi lahirnya gagasan, ekspresi, dan karya-karya baru yang akan menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Bali di masa depan. [dar]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali