Ketut Suarnadwipa Perkenalkan Wayang Wong Tejakula Ketingkat Nasional dan Internasional
Lahir dan tumbuh di lingkungan seni memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan Ketut Suarnadwipa. Pria kelahiran, 31 Desember 1960 ini tumbuh menjadi penari hingga akhirnya berprofesi sebagai seniman. Dalam kesehariannya, ia selalu dekat dengan kesenian Wayang Wong yang ada di desanya, yakni Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Kenyataan itu mendorongnya untuk terus melestarikan kesenian yang menjadi warisan nenek moyangnya. “Ketika masih anak-anak, saya ikut belajar menari Bali. Guru pertama saya adalah kakak sendiri yang berprofesi sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo di Surakarta, Jawa Tengah,” kata Suarnadwipa.
Pada saat masih berumur 12 tahun, putra dari pasangan I Ketut Pande (alm.) dan Ni Wayan Suwenten (alm.) itu begitu tekun berlatih tari, sehingga menonjol diantara anak-anak lainnya. Ia kemudian dipercaya dan aktif menari Wayang Wong untuk ritual di Desa Tejakula. Pengalaman itu memberikan semangat untuk menjaga kesenian klasik dan langka di Bali Utara itu. Dari kesungguhannya itu, ia kemudian mendapat kesempatan ikut mementaskan Wayang Wong keliling Bali, memperkenalkan ke tingkat nasional, hingga internasional. Masa-masa itu sungguh memberi makna pada kehidupannya, sehingga memutuskan untuk serius menggeluti bidang seni tari.
Desa Tejakula yang terletak di kawasan timur Kabupaten Buleleng itu, memiliki sekitar 80 topeng sakral yang distanakan di Pura Maksan desa setempat. Sementara jumlah sekaa sekitar 180 orang termasuk pengayah (penari) dan penabuh. Selain topeng yang sakral, Desa Tejakula juga memiliki duplikat topeng yang sering dipentaskan untuk hiburan. Suarnadwipa juga aktif dalam ngayah dalam sekaa gong kebyar. “Kalau pementasan Wayang Wong dengan menggunakan topeng (tapel) yang sakral pasti dipentaskan di Pura Maksan yang digelar setiap setahun sekali, tepatnya pada Umanis Galungan dan Pahing Galungan,” sebutnya.
Sementara untuk pementasan di Pura Kahyangan Tiga dilaksanakan pada waktu upacara Dangsil dan Ngenemang. Topeng sakral di Pura Maksan itu beragam. Selain topeng tokoh-tokoh penting dalam cerita Ramayana, juga terdapat berbagai topeng tokoh pendukung dalam cerita klasik itu. Topeng-topeng itu antara lain, untuk di pihaik Rama ada topeng Rama, Laksmana, Wibisana, Sugriwa, Subali, Anggada, Susena, Nila, Nala, Gawa, Gawaksa. Juga dua punakawan Tualen dan Wana (di Bali Selatan disebut Merdah). Sementara Di pihak Rahwana terdapat topeng Rahwana, Kumbakarna, Patih Prasta, Akempana, Meganada, Surpenaka, Pregasa dan lain-lain dengan punakawan Delem dan Sangut. Di luar tokoh-tokoh penting itu ada juga topeng babi, gajah dan topeng hewan lain, termasuk berbagai bentuk wajah kera yang dalam cerita ada di pihak Rama.
Setamat SMP di Tejakula pada 1977, putra ke delapan dari sembilan bersaudara ini lalu melanjutkan pendidikan ke Konservatori Karawitan (Kokar) yang kemudian berganti menjadi Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) dan kini SMK Negeri 3 Sukawati. Begitu menginjakan kaki di sekolah seni milik masyarakat Bali itu, ia langsung mendapat kesempatan untuk turut tampil dalam pementasan sekolah. Sebut saja pentas sendratari serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB). Pada saat Kokar menyajikan sendratari dengan cerita Epos Mahaberata, ia dipercaya tampil memeran sebagai raksasa, pertapa, hingga Patih Widura.

Suarnadwipa juga rajin mengikuti kegiatan ngayah bersama teman-temannya. Kegiatan ngayah itu dilakukan hampir di seluruh Bali dengan menarikan legong dan kesenian lainnya. Dalam kegiatan itu, ia menerapakan p-epatah “sambil menyelam minum air” yakni ngayah menari sambil belajar. Ia banyak belajar dari teman-temannya, demikian sebaliknya. Saat menjadi siswa mereka saling berbagai ilmu, sehingga selain menambah kemampuan berkesenian juga membuat persahabatan mereka semakin kental.
Tamat dari SMKI Denpasar pada tahun 1982, Suarnadwipa melanjutkan pendidikan ke Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar. Ketika menempuh pendidikan tinggi di kampus seni itu, sudah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk membuat sejumlah garapan, antara lain sebagai pembina Tari Goak-Goakan dengan peserta lomba dari berbagai daerah di Bali dan pembina Tari Kebyar Terompong. “Walau menimba ilmu di Kota Denpasar, saya sangat aktif organisasi sosial, khususnya sekaa seni yang ada di Tejakula,” sebutnya.
Bersama Komang Suwirni, istrinya, ia pernah tampil dalam festival seni di Jakarta. Selain sebagai seniman, ia yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga sempat menjadi pengajar di SMKN 3 Sukawati sejak 1989. Pada tahun 1996, dia menjadi Penilik Kebudayaan di Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Sempat pula menjadi sekretaris lurah selama satu tahun, serta selanjutnya bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng hingga pensiun.
Dalam kesehariannya sebagai abdi negara, Suarnadwipa juga melahirkan sejumlah garapan fragmentari, antara lain berjudul Perang Puputan Jagaraga, Jayaprana, Dharma Suami, Patih Sudarsana, dan Ramayana. Ia mengadakan lawatan ke Jeju, Korea Selatan membawa misi kesenian Bali dengan mementaskan sendratari Jayaprana (2005). Bersama sejumlah seniman, ia berkesempatan menyajikan Wayang Wong di Swedia selama sepuluh hari. Bersama lima rekannya dari luar Desa Tejakula, ia membentuk Sanggar Topeng Sundari Bajra yang mengajarkan Tari Topeng Bondres dan Tari Sidakarya (2005). Sebelumnya, dari 2001, Suarnadwipa bergabung dalam Sanggar Dwi Mekar.
Kini, ia menjadi salah satu penerus yang mempertahankan eksistensi wayang wong Tejakula, selain beberapa tokoh pendahulunya, diantaranya Drs. Nyoman Witastra (Bapak Tusan Alm.), Gede Sujana Kompyang, Gede Putu Tirta Ngis, Ketut Mulya Kompyang dan lainnya juga warga Desa Tejakula. “Wayang Wong bukan hanya sebagai sebuah peninggalan yang sakral, namun juga sebagai sebuah bentuk seni yang terus-menerus bisa dikembangkan. Kemungkinan punahnya Wayang Wong di Tejakula cukup sulit, karena memang disakralkan dan selalu dipentaskan ketika ada ritual tertentu. Karena itu, kami tetap berusaha untuk melakukan regenerasi,” ucapnya.

Sebelum masa pandemi Covid-19, ayah dari tiga putra-putri ini mengaku hampir tiap hari menari topeng ke berbagai kabupaten dan kota di Bali. Wayang wong Tejakula dinilai memiliki sejumlah ciri khas dibandingkan wayang wong di daerah lainnya di Bali. Selain bentuk topeng, perbedaannya dapat dilihat dari gerakan penarinya. Misalnya, pasukan wanara atau kera saat bergerak biasa menggunakan langkah nyigcig (lompat-lompat kecil). “Paling khas, semua pemain dalam Wayang Wong Tejakula menggunakan topeng, termasuk Dewi Sita. Di samping itu, semua tokohnya menggunakan bahasa Kawi, kecuali peran punakawan yang sebagai penerjemah,” bebernya tegas.
Suarnadwipa awalnya sering memerankan tokoh Rahwana dan Anggada. Belakangan dia memerankan tokoh Delem dengan harapan dapat merangsang seniman lainnya untuk terus belajar memainkan peran yang berbeda. Begitu juga saat menari di Swedia, ia pun memerankan tokoh Delem. Peran Delem dalam cerita Wayang Wong termasuk peran yang berat, karena di samping menari juga harus menerjemahkan bahasa Kawi dari para pemain. Dalam beberapa kali penampilan di ajang PKB, peran Delem selalu dilakoninya. Dalam ajang PKB tahun 2021, dengan garapan berjudul Rahwana Rumaksa Bhuwana, Suarnadwipa kembali berperan sebagai Delem.
Tak hanya Suarnadwipa, istri, anak dan menantunya juga aktif menggeluti kesenian Bali. Ia sangat berharap agar pemerintah tetap memperhatikan kesenian-kesenian klasik Bali seperti halnya Wayang Wong dengan memunculkannya dalam PKB maupun gelaran kesenian ditingkat kabupaten. “Dengan langkah tersebut, saya yakin dapat menjadi perangsang bagi generasi muda untuk terus melestarikan kesenian wayang wong,” usulnya.
Segala dedikasi Suarnadwipa dalam pelestarian kesenian Wayang Wong Tejakula, ia dianugrahi Penghargaan Seni Wija Kusuma dari Pemerintah Kabupaten Buleleng (2016). Ia dianggap berperan serta dan memberikan sumbangsih kepada daerah melalui hasil karya serta pengabdian terhadap perkembangan seni budaya. Ia juga turut mengharumkan nama Bali dalam sejumlah festival seni di tingkat nasional, antara lain membawa misi kesenian wayang wong dalam Festival Internasional Gedung Kesenian Jakarta (1997), duta kesenian Bali dalam Gelar Budaya Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta (2004), serta menjadi peserta Pawai Budaya Nusantara di Jakarta (2008).
Suarnadwipa juga pernah tampil di Taman Ismail Marzuki Jakarta, di Pura Rawamangun, Depok Jawa Barat, serta Pura Mandara Giri Lumajang dan di Pura Germung, Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian di tahun 2021 ini, atas pengabdian, kegigihan dan keteguhan dalam melestarikan membina, dan mengembangkan seni tari tanpa mengenal lelah dan putus asa, Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi dengan memberikan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha serangkaian PKB ke-43. [B/*]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali
14 Comments
I visited many websites however the audio feature for
audio songs current at this site is actually wonderful.
Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any
widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest
twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some
time and was hoping maybe you would have some experience with something like this.
Please let me know if you run into anything.
I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.
You should take part in a contest for one of the finest blogs online.
I am going to recommend this website!
Good day! Would you mind if I share your
blog with my myspace group? There’s a lot of folks that I think would really appreciate your content.
Please let me know. Many thanks
What’s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I have
found It absolutely useful and it has aided me out loads.
I am hoping to contribute & assist different customers like
its aided me. Good job.
I love reading through an article that can make people think.
Also, thanks for allowing me to comment!
日本の社会は、高度な技術において世界的にリーダーされています。特に、自動車産業では、トヨタなどの大手企業が世界市場をリードしており、新車やハイブリッド車など、さまざまな革新技術が進化しています。自動車産業の進展により、安全性が大きく向上し、ドライバーにとってより良い選択肢が提供されています。
車の所有は、自動車税といった日本特有の制度に密接に関連しており、日本のドライバーは、これらの制度に従い、車両の管理を確保しています。さらに、車両保険の普及が進んでおり、事故やトラブルの際に迅速に対応できるようになっています。これにより、日本全土では、信頼性が提供され、社会的責任の問題にも積極的に取り組んでいます。
一方で、少子高齢化という社会的課題が日本において進行しています。高齢者の増加に伴い、医療分野での需要が急増し、介護士の不足が深刻な問題となっています。このため、看護師求人が増加しており、さらに医療従事者のキャリア支援の需要も高まっています。政府は、新しい介護システムを活用した支援策を導入し、障害者への支援を強化しています。
また、医療の分野では、医療機器が急速に進化し、ケガに対する対応が向上しています。日本は、治療の最前線を提供し、特に高齢者医療において多くの治療法が導入されています。さらに、看護師の専門性を高めるため、看護師国家試験が重要視され、医療教育の充実が求められています。
社会的な課題に対して、日本の社会貢献活動は積極的に取り組んでおり、地域活性化を推進しています。これにより、地域住民や障害者に対する支援が強化され、ボランティア活動が日常的に行われています。災害支援活動も重要な役割を果たしており、特に日本では、台風などの自然災害時に、地域住民が迅速に対応し、物資提供が行われています。
さらに、情報技術が進展する中で、オンラインゲームなどの新たな娯楽の形態が広がり、ダイエットへの関心が高まっています。日本では、家庭用トレーニングの利用が増加し、健康維持に向けたライフスタイルが注目されています。また、栄養管理が重要な役割を果たし、ダイエットのためのアイテムが多く流通しています。
ファッションや美容においても、日本の消費者は、常に新しいトレンドを追い求めています。靴においては、高級ブランドが注目され、特にカジュアルファッションが人気です。美容業界では、ヘアケアが進化し、脱毛などのサービスも充実しています。ネイルアートやジェルネイルもトレンドとなり、ネイルスクールが活況を呈しています。
このように、日本社会は、革新とともに進化しており、文化が密接に関わり合っています。未来に向けて、持続可能な社会の実現に向けた取り組みが進んでおり、これらの挑戦を乗り越えるための準備が整いつつあります。
My brother suggested I may like this web site.
He was once entirely right. This post actually made my day.
You cann’t believe just how much time I had spent for this information! Thanks!
Generally I do not learn article on blogs, but I wish to say
that this write-up very compelled me to check out and do so!
Your writing taste has been amazed me. Thank you, quite nice post.
We stumbled over here from a different page and thought I might as well check
things out. I like what I see so i am just following you.
Look forward to exploring your web page again.
Thanks very nice blog!
Hello to every body, it’s my first go to see of this webpage;
this website contains amazing and really fine stuff
for visitors.
日本の社会は、技術革新において世界的にリーダーされています。特に、自動車産業では、トヨタなどの大手企業が世界市場をリードしており、中古車や自動運転車など、さまざまな環境に配慮した技術が普及しています。自動車産業の進展により、環境への配慮が大きく向上し、消費者にとってより良い選択肢が提供されています。
車の所有は、車両保険といった日本特有の制度に密接に関連しており、日本のドライバーは、これらの制度に従い、車両の管理を確保しています。さらに、事故時の対応の普及が進んでおり、事故やトラブルの際に迅速に対応できるようになっています。これにより、日本国内では、信頼性が提供され、社会的責任の問題にも積極的に取り組んでいます。
一方で、高齢化社会という深刻な問題が日本において進行しています。高齢者の増加に伴い、医療分野での需要が急増し、看護師の不足が深刻な問題となっています。このため、医療職の求人が増加しており、さらに医療従事者のキャリア支援の需要も高まっています。政府は、介護ロボットを活用した支援策を導入し、高齢者への支援を強化しています。
また、医療の分野では、医療機器が急速に進化し、ケガに対する対応が向上しています。日本は、治療の最前線を提供し、特に心臓病治療において多くの革新が導入されています。さらに、看護師の専門性を高めるため、医療資格取得が重要視され、医療教育の充実が求められています。
社会的な課題に対して、日本のNPOは積極的に取り組んでおり、環境保護を推進しています。これにより、地域住民や子どもに対する支援が強化され、寄付活動が日常的に行われています。災害支援活動も重要な役割を果たしており、特に日本では、震災などの自然災害時に、ボランティアが迅速に対応し、物資提供が行われています。
さらに、情報技術が進展する中で、オンラインゲームなどの新たな娯楽の形態が広がり、健康管理への関心が高まっています。日本では、ジムの利用が増加し、健康維持に向けたライフスタイルが注目されています。また、サプリメントが重要な役割を果たし、健康的な食生活のためのアイテムが多く流通しています。
ファッションや美容においても、日本の消費者は、常に新しいトレンドを追い求めています。衣類においては、トレンドアイテムが注目され、特にフォーマルスタイルが人気です。美容業界では、スキンケアが進化し、エステなどのサービスも充実しています。ネイルアートやジェルネイルもトレンドとなり、ネイルサロンが活況を呈しています。
このように、現代日本は、進展とともに進化しており、テクノロジーが密接に関わり合っています。未来に向けて、持続可能な社会の実現に向けた取り組みが進んでおり、これらの挑戦を乗り越えるための準備が整いつつあります。
Awesome article.