May 17, 2022
Ulasan

Group Tari Bali “Lila Bhawa” Kembali Pentas di City University

Wow, ini kabar yang sangat menyenangkan. Group Kesenian Lila Bhawa yang terletak di Kota London, Inggris kini active kembali melakukan pementasan. Maklum, sekitar dua tahun tak melakukan aktivitas berkesenian sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, sehingga ajang ini menjadi obat pelepas rindu. Group kesenian yang focus pada pementasan seni tari Bali dan Jawa itu menari lagi pada tanggal, 25 Mei 2022 di City University. “Kami, sudah melakukan persiapan sejak 2 April lalu. Kami sangat senang menyambut ajang ini,” kata Artistic Director Lila Bhawa, Ni Made Pujawati melalui pesan Whatshapp, kemarin.

Sebelum Pandemi acara ini diselenggarakan setiap tahun. Saat ini memang masih pandemi, tetapi semua peraturan pentas sudah dibebaskan. Orang-orang di Inggris dipercaya untuk mengambil tanggung jawab sendiri untuk menjaga kesehatan mereka masing-masing. Kebanyakan masyarakat disini sudah melakukan vaksin, booster. “Mulai 24 February 2022 lalau, pemerintah Inggris sudah mengumumkan bahwa semua peraturan untuk Covid-19 sudah dibebaskan. Tidak ada lagi penggunaan masker, tidak ada karantina, tidak ada test. Jadi pentas sudah dibolehkan, namun orang-orang masih tetap berhati-hati,” ucap Pujawati.

Group Tari Lila Bhawa di London ini dibina oleh Ni Made Pujawati, Dewi Ariati dan Andrea Rutkowski akan pentas dengan group Gamelan Bali Lila Cita dibawah pimpinan Andy Channing di City University. Acara ini diselenggarakan oleh Music department di City University dalam rangka untuk mempromosikan music Indonesia di negara tersebut. “Tujuan pentas ini sebagai promosi Gamelan Indonesia di City University serta menginspirasi murid-murid di sana agar tertarik belajar music juga tarian Indonesia,” papar penari alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini.

Lila Bhawa

Penari dari Lila Bhawa sebanyak 4 orang, dan didukung penabuh kurang lebih 20 orang dari Grup Lila Cita dan Sekar Enggal. Saat itu akan menampilkan “Tabuh Telu Rare Manganti” ciptaan I Nengah Susila (2011), Tari Pendet oleh Andrea Rutkowski dan Siti Nurhasanah, Tabuh kreasi baru “Step by Step” ciptaan I Nengah Susila (2011), Tari Oleg Tamulilingan dibawakan Amandine Mareschi dan Laura Scanlon. Selain gamelan dan tari Bali,grup ini akan menampilkan Gamelan Degung khas Sunda yang akan dipentaskan oleh Group Gamelan Sekar Enggal dan diketuai Simon Cook.

Sementara untuk seni karawitan akan menampilkan Tabuh Gambir Sawit, Uking Sukri Karang Ulun Naek Belenderan, dan Lutung Bingung Naek Bendrong. Seni kolaborasi antara Degung dan violin disajikan oleh Brad Smith. Engjos Rumingkang, Potret Manehna oleh Nano S, Sekar Manis oleh Saodah Harnadi Kusumah. “Masyarakat di sini memenag senang menyaksikan tari bali yang konon indah dan sangat khas. Maka itu, banyak warga Ingris yang ikut pelajaran tari Bali ini, bahkan sudah ada yang belajar langsung ke Bali,” imbuhnya.

Tari Pendet sebagai, salah satu tarian tradisional Bali yang penciptaanya mendapat inspirasi dari tarian upacara “memendet”. Tari ini diciptakan di tahun 1960-an oleh I Wayan Rindi sebagai tarian penyambutan tamu, sebagai ucapan selamat datang. Para penari bergerak dengan lemah gemulai, senyum ramah dan membawa bokor bunga yang kemudian di taburkan ke arah tamu di akhir tarian. Tari Oleg Tamulilingan, merupakan tarian duet yang menggambarkan dua kumbang berterbangan untuk mengisap sari bunga dan juga untuk memadu kasih. Tari ini diciptakan tahun 1952 oleh I Ketut Mario atas permintaan John Coast, budayawan dari Inggris. Tarian duet ini diciptakan untuk di promosikan di Eropa dan Amerika.

Lila Bhawa

Tabuh Telu Rare Menganti terdiri dari kata Rare yang artinya bayi dan Menganti artinya menunggu. Jadi, menunggu kelahiran seorang bayi. Pada saat, Susila menciptakan tabuh ini ada seorang anggota Lila Bhawa yang sedang hamil dan sedang menunggu kelahiran si cabang bayi. Semantara Tabuh Step by Step adalah tabuh kreasi yang diciptakabn oleh I Nengah Susila selama Pandemic. Step by Step yang artinya selangkah demi selangkah. I Nengah Susila menggarap tabuh ini di Bali, sedangkan Lila Cita yang belajar music berada di London, Inggris. Pengiriman music yang sepenggal-sepenggal atau sedikit demi sedikit diartikan oleh Lila Cita Step by Step yang kemudian di pakai judul tabuh kreasi tersebut.

Group Kesenian Lila Bhawa di Masa Pandemi

Selama Pandemic 2020-2022, Grup kesenian Lila Bhawa tetap active belajar tarian-tarian Indonesia. Jika sebelumnya dilakukan secara langsung, namun di masa pandemi itu belajar melalui zoom dan video tutorial. Tarian yang dipelajari, seperti Tari Jawa Gaya Solo Rantaya Putri, Tari Bali Pendet, Tari Sunda Oray Welang, Tari Kalimantan Enggang Balian serta tambahan Tari Bali untuk pria yaitu Baris Presi. “Pada saat pandemi, kami juga melakukan pementasan, namun mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” kata Dewi Ariati ikut berkomentar.

Pentas-pentas selama pandemic itu, seperti dilaksankan di Pasar Indonesia Kota Bristol. Saat itu menampilkan penari Rachinta Platts, Laura Scanlon, Catherine Henryanto, Andrea Rutkowski dengan menampikan Tari Sunda Oray Welang dan Tari Kalimantan Enggang Balian and Sunda Ngibing. Pentas seni tari pada 8 August 2021 dibawah bimbingan Dewi Ariati itu untuk mempromosikan produk makanan Indonesia. Pada 24-25 Juli 2021, melaksankan pentas di Brent Cross shopping Centre London. Saat itu menampilkan Tari Betawi Ondel-ondel dan Tari Kalimantan Enggang Balian di bawah bimbingan Dewi Ariati. Penarinya, Laura Scanlon, Catherine Henryanto, Dewi Ariati, Siti Nurhalisah yang mempromosikan Shopping Centre Brent Cross.

Lila Bhawa

Pada 16 November 2021 menampilkan Tari Java gaya Solo Gambyong Pangkur dan Eka Prawira di Cambridge Gemalan Society. Saat itu didukung penari Andrea Rutkowski dan Melissa De Weerdt untuk mempromosikan Music Department di Cambridge. Sementara pada 28 November 2021 tampil dalam ajang ISME UK EXPO (Indonesian Merchant & Trade EXPO di Oxford membawakan Tari Bajidor Kahot, Hayu Batur dan Ngibing untuk mempromosikan Indonesian small businesses. “Kami juga tampil pada acara SUKA Hari Raya Celebration 2022 in London pada 7 May 2022. Saat itu menamilkan Tari Joged Gadis Melayu dan Joged anak Tiung dalam rangka Hari Raya Lebaran 2022, dan pertama kalinya Group Tari Lila Bhawa dan gamelan Bali Lila Cita pentas bersama lagi di City University pada 25 My,” beber Dewi Ariati.

Lila Cita berdiri pada Maret 1992 atas ide Andy Channing. Dari semenjak berdiri sampai sekarang, banyak anggotanya yang sudah belajar music di Bali, apakah dengan biaya sendiri atau mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia. Dari awal, Lila Cita yang rutin melakukan pentas music-music traditional dan juga kontemporer Bali. Group ini sudah pentas di semua kota UK dan juga di luar UK, termasuk di Fondacion La Caixa di Barcelona, St James’ Palace, Royal Opera House, Munich Stadt Museum dan Glastonbury Festival. Lila Cita sudah pernah pentas di Pesta Kesenian Bali (PKB), Bali Arts Festival 2006. “Sementara ini belum ada pembicaraan untuk ikut di PKB tahun 2022 di Bali,” tambahnya.

Lila Bhawa

Sementara Lila Bhawa merupakan Group Tari Indonesia yang ada di London UK. Tarian-tarian yang mereka pentaskan tidak hanyak tarian Bali dan Java, tetapi juga tari-tarian dari Sunda, Betawi, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Group ini di dirikan oleh Ni Made Pujawati bersama beberapa penari lain tahun 2002. Sedangkan Sekar Enggal, merupakan group gamelan yang ada di City University khusus memetaskan music Sunda di Uk. Simon Cook yang membawa gamelan Degung ke City University tahun 1990, dan mulai belajar Gamelan di Belanda tahun 1979. Kemudian belajar music dan tinggal di Indonesia selama 12 tahun. [B/*]

Related Posts