Bulan Bahasa Bali 2022 Maskot “Angsa Putih”, Tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

 Bulan Bahasa Bali 2022 Maskot “Angsa Putih”, Tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Hajatan besar sebagai upaya melestarikan dan memajukan aksara dan sastra Bali bertajuk “Bulan Bahasa Bali” kembali digelar. Kali ini memasuki tahun ke-4 dengan maskot “Angsa Putih” sebagai ciri Kepintaran, Kebaikan dan kebijaksanaan, Keteguhan serta Kesucian. temanya “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening” Air sebagai sumber ilmu pengetahuan. Bulan Bahasa Bali yang digelar sebulan penuh (1 – 28 Pebruari 2022) rencananya dibuka Gubernur Bali, I Wayan Koster yang ditandai dengan menimba air dan membuka air dan disajikan secara Daring (Dalam Jaringan) dan Luring (luar Jaringan).

Kepala Dinas Kebudayaan, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiarta mengatakn, rangkaian pembukaan diawali penayangan video teaser Bulan Bahasa Bali dan Utsawa Nembangang Pupuh Ginada bertajuk “Toya Ening” merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Bali. Kegiatan “nyurat lontar” (menulis diatas daun lontar) yang melibatkan sebanyak 20 peserta itu akan berlangsung di atas Panggung Ksirarnawa berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar di Gedung Bawah Ksirarnawa. Sesolahan (pertunjukan) Sandhyagita “Ranu Murti” oleh Sanggar Seni Bungan Dedari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Pameran yang biasanya berlangsung di Gedung Bawah Ksirarnawa, kali ini dilaksanakan di Gedung Kriya, karena masih berlangsungnya Pameran Bali Bangkit. “Pada pembukaan nanti, bapak Gubermur akan menyaksikan Reka Aksara (Pameran) di Gedung Kriya,” papar Prof. Arya Sugiarta yang didampingi Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali, Drs. A. A. Ngr. Bagawinata, MM, dan Tim Kurator Bulan Bahasa Bali, Drs. I Gde Nala Antara, M. Hum saat rapat persiapan dengan pengisi acarta dan intansi terkait dan pengisi di Ruang Padma Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu 26 Januari 2022.

Karena masih dalam masa pandemi, acara pembukaan hanya melibatkan 300 undangan sebagai upaya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Undangan yang hadir wajib melakukan scan barcode PeduliLindungi disamping mencuci tangan dan hand sanitizer serta cek suhu di depan pintu Ksirarnawa. “Karena masih dalam kondisi pandemik, maka pelaksanaan prokes tetap ketat, sehingga nantinya tidak menimbulkan klaster baru,” sebut mantan Rektor ISI Denpasar ini.

Baca Juga:  Ratusan Cakepan Lontar di Bumi Makepung Dirawat dan Dikonservasi

 

Wimbakara (lomba-lomba) digelar secara luring dan daring. Lomba yang digelar secara luring bertempat di Gedung ksirarnawa diantaranya Nyurat Aksara Bali (SD), Ngwacen Aksara Bali (Daa Truna), Pidarta (Bendesa Adat), Nyatua Bali (Paiketan Krama Istri), dan Wiwada (Debat) Mabasa Bali (SMA/SMK). Sebagai pesertanya dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sementara untuk kategori umum, ada lomba Musikalisasi Puisi Bali, Artikel Mabasa Bali, Komik Online Mabasa Bali, Poster Online Mabasa Bali dan Fotografi untuk Caption Mabasa Bali. lomba ini digelar secara luring dan daring.

bulan bahasa bali

Kriyaloka (workshop) seperti Nyurat Aksara Bali (menulis aksara Bali) di Komputer menghadirkan narasumber Dipl-Ing. Made Suatjana (Pangripta Aplikasi Bali Simbar), dan Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum. (Akademisi Prodi Sastra Bali, Universitas Udayana). Untuk workshop Wariga menghadirkan narasumber Ida Padanda Gede Buruan (Pakar Wariga), dan I Gede Marayana (Pakar Wariga dan Palelintangan). Untuk workshop wariga bertempat di wantilan dan nyurat aksara bali bertempat di MMGB.

Kegiatan Widyatula (seminar) Basa, Aksara, dan Sastra dengan topik “Usadha Toya” dengan narasumber Dr. I.B. Suatama (UNHI) dan Dr. Gede Made Anadi (UHN I Gusti Bagus Sugriwa). Widyatula dengan topik “Widya Basa (Ekolinguistik) Toya” menghadirkan narasumber Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum. (FIB Uunud) dan Dr. Ketut Paramarta (Undiksha). Sementara Widyatula dengan topik “Banyu Jeroning Sastra” menghadirkan narasumber I Ketut Eriadi (Jurnalis) dan Drs. I Ketut Sumarta M.Si. (MDA Provinsi Bali), sedangkan Widyatula (Bedah Lontar) dengan judul “Usadha Sawah” digelar secara Luring di Wantilan dengan pembicara Dr. Drs. Anak Agung Gde Alit Geria, M.Si. (Universitas PGRI Mahadewa Indonesia).

Khusus dengan kegiatan pameran berlangsung di Gedung Kriya dengan menghadirkan berbagai jenis karya, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Lontar atau Aksara Bali (Widya Aksara), Buku atau Lontar (milik Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Produk Kreatif Berbasis Lontar Usadha (Herbal Taru Pramana), dan Komunitas Digital Bahasa, Aksara, Sastra Bali (BASAbali WIKI, FMIPA UNUD, STIKI Indonesia).

Baca Juga:  Siswa Paud dan TK Mewarnai Gambar Nelayan di Bulan Bahasa Bali Ke-5

Bulan Bahasa Bali ke-4 ini menyajikan sesolahan (pertunjukan) Apresiasi Seni Sastra dari Sanggar Mahasaba FIB Udayana yang dirangkaikan dengan Peluncuran Buku “Padmabhuwana Bali” karya Wakil Gubernur Bali. Peluncuran buku ini rencananya akan dilakukan oleh Gubernur Bali. Berikunya berupa Apresiasi Seni Sastra dari Teater Angin SMAN 1 Denpasar.

Pada acara penutupan diisi dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba dan pemberian Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada para tokoh yang dianggap berjasa dalam pelestarian dan pengembangan aksara dan sastra Bali yang diawali dengan penayangkan profile Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama tersebut. Gubernur Bali akan menutup Bulan Bahasa Bali 2022 ditandai dengan ngunggahang patitis Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 (Segara Kerthi). Selanjutnya diakhiri dengan solahan “Banyuning” oleh Teater Selem Putih Buleleng. [B/*]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post